Oleh : Abdkamil
(Bidang Riset Pengembangan Keilmuan)
Sunyi merasuk seluruh raga, kemudian berbalut keresahan
Riuh angin malam tak dapat membangunkan sebuah lamunan
Sedang apa aku bercengkrama dengan perasaan tak nyaman?
Sedang tanya hati, semakin risau tak tertahan
Ku coba menutup jendela agar kehangatan memeluk tubuhku
Ku sandarkan diri, lalu ku coba tenangkan pikiran
Tanganku bergegas maju mencari buku kesukaan ku
Dan ku temukan ia tergeletak di atas sebuah lemari tak bertuan
Perlahan, terdengar gaung tak beraturan
Ku coba mencari sumber kegaduhan
Suara itu perlahan menuntun ke suatu ruang yang bercahaya
Ku buka pintu itu, nampaklah seorang perempuan setengah baya
Terkejutnya aku karena baru menyadari sosok didepan ku
Perempuan itu adalah ia yang selama ini ku panggil ibu
Malaikat tak bersayap sekaligus pelita hidup ku
Ku tak menyadari selama in aku terlalu sibuk dengan tujuanku
