Oleh : Erina Nur Faridha
Aku ingin sedikit berbagi cerita tentang seorang anak panah Muhammadiyah yang sudah menduduki bangku kuliah dan ingin mewujudkan cita-cita Muhammadiyah dengan mengenakan jas yang kini menjadi kebanggaannya, jas merah. Aku akan berusaha memaparkan pengalaman dalam memperjuangkan jas tersebut.
Aku memang terlahir dari keluarga dan lingkungan yaang bernotabene Muhammadiyah, sehingga mungkin tidak asing bagiku mengenai segala hal yang berkaitan dengan Muhammadiyah. Karena faktor itu pula aku sampai sekarang meniti pendidikan di amal usaha milik Muhammadiyah sendiri. Semenjak SMP aku di kenalkan dengan kata kader Muhammadiyah, yang menurutku pada saat itu tidak begitu penting untuk mengenal lebih dalam dan hanya ikut-ikutan saja menjadi seorang kader, bisa dibilang pada saat itu aku adalah kader yang tidak tahu arah dan tujuanku menjadi seorang kader, mungkin karena aku masih menjadi remaja labil yang lebih memikirkan uang jajan daripada pengalaman. Akan tetapi, setelah aku melanjutkan pendidikan di tingkat SMA, hal yang semulanya menurutku tidak penting seketika berubah menjadi ada rasa cinta dan nyaman menjadi seorang kader. Jika ditanya alasannya kenapa bangga menjadi kader, aku tidak tahu harus menjawab seperti apa, karena menurutku itu sebuah kenyaman dan identitas yang ada dengan sendirinya pada diriku pribadi. Dan karena aku masih menjadi pelajar saat itu, tentunya berjuang dengan jas kuning, Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Dan sekarang, tepat tahun ini aku menjadi seorang mahasiswa disebuah universitas milik Muhammadiyah, dan aku tak akan malu untuk mengucapkannya, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr HAMKA Jakarta Selatan. Tentunya menjadi seorang mahasiswa berarti memiliki kebebasan dalam berfikir, untuk hal ini aku mulai terfikir melanjutkan pengalaman dan perjuangan menjadi seorang kader, bukan hanya menjadi kader yang biasa-biasa saja, akan tetapi menjadi kader yang luar biasa dan bisa diandalkan untuk umat hari ini dan selanjutnya. Tentunya untuk menggapai semua itu dibutuhkan pelatihan dan pengalaman lebih. Dan saat dibuka pendaftaraan untuk menjadi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, tanpa ragu aku mendaftarkan diri dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan sampai akhirnya berada di tahap ini. Aku resmi menjadi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Perjuangan ini dimulai dari aku mengikuti Darul Arqam Dasar PK IMM Fakultas Psikologi UHAMKA Jakarta Selatan pada akhir Februari tahun 2022. Dimana di dalamnya banyak sekali…
