Bidang Tabligh, Kajian Keislaman dan Immawati
Kejadian baby blues syndrome atau postpartum di Asia cukup tinggi. Di Indonesia sendiri menurut data tahun 2017, angka kejadian baby blues atau postpartum blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan. Kurangnya perhatian terhadap masalah gangguan baby blues diperparah dengan anggapan yang salah oleh masyarakat umum. Banyak orang yang percaya bahwa gangguan baby blues hanya dialami oleh wanita di luar Indonesia, dan baby blues syndrome dianggap tidak terlalu penting. Meski banyak orang yang mengalaminya, namun biasanya hanya terlihat sebagai efek samping dari kelelahan setelah melahirkan.
Banyak masyarakat di Indonesia memiliki pengetahuan yang kurang tentang gangguan baby blues. Hal ini disebabkan kurangnya keingintahuan masyarakat Indonesia mengenai postpartum dan tentang sindrom baby blues, umur ibu yang terlalu muda untuk menikah sehingga kurangnya persiapan dalam menyambut kelahiran bayi baik secara fisik maupun mental serta tingkat pendidikan maupun jenis pekerjaan yang membuat individu sebagai sosok ibu sulit untuk mendapatkan informasi yang lebih, khususnya tentang sindrom baby blues.
